
MANADO— Jadwal pembatasan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi
(BBM) mulai Mei mendatang tidak bisa ditunda. Jika tidak, BBM subsidi
akan habis pada Oktober mendatang.
Ini dikatakan Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo kepada wartawan,
kemarin. "Yang saya tahu sih memang Oktober (BBM subsidi habis)," ujar
Widjajono di JCC, Senayan, Jakarta.
Widjajono menyebut, jika pemerintah tak berani memaksakan mobil dinas
dan mobil pribadi beralih ke Pertamax atau Premium non subsidi,
kemungkinan BBM subsidi akan habis pada Oktober mendatang tak bisa
dihindari. Olehnya, Widjojono memaksa pengaturan penyalurannya harus
dimulai sekarang. "Ya diatur, jadi mobil mewah tidak disubsidi.
Transportasi umum sama motor (harga BBM) Rp4.500 per liter," tukasnya
lagi.
Di Sulut, sampai 2012 jumlah mobil pribadi termasuk mobil mewah dengan
cc di atas 1.300 mencapai 46.049 unit. Jika semuanya beralih ke
Pertamax, maka Sulut akan melakukan penghematan Premium subsidi 9.209
Kiloliter (kl) sebulan atau 73.678 kiloliter (kl) untuk jangka waktu
delapan bulan.
Angka ini didapat dengan asumsi semua mobil 1.300 cc ke atas dilarang
meminum BBM subsidi. Jika semua mobil ini dilarang mengisi Premium
termasuk 350 mobil mewah Sulut, maka negara bisa berhemat dan untung
besar.
“Dari total mobil di atas 1.300 cc di Sulut ada 29 mobil seharga di
atas Rp500 juta, dan ada 321 mobil di atas Rp300 juta termasuk mobil
dinas pejabat,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulut AG
Kawatu SE MSi pekan lalu.
Data Pertamina Area Manado, tingkat konsumsi Pertamax dengan harga
Rp11.200 per liter merosot tajam. Februari tingkat konsumsi Pertamax
sekira 344 kl, tapi memasuki Maret angka penjualan di SPBU di Sulut
susut 188 kl. ‘’Kenaikan konsumsi Pertamax sempat naik saat Pertamina
lakukan pembatasan,’’ aku Sales Area Pertamina Manado Irwansyah di ruang
kerjanya kemarin.
Irwansyah membenarkan menjelang pembatasan BBM subsidi akan dilakukan
pengurangan kuota BBM di setiap daerah. Di Manado, Irwansyah secara
tersirat mengakui kuota Premium dari 720 kl per hari di 46 SPBU, mulai
dikurangi menjadi 680 an kl per hari.
‘’Pokoknya berkisar di bawah 700 an kiloliter per hari,’’katanya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan bila aturan pembatasan Bahan
Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi mobil pemerintah akan keluar pada akhir
April 2012 ini. Menteri ESDM Jero Wacik menjelaskan, pembatasan BBM
subsidi tersebut yang paling mudah diimplementasikan. Yakni dimulai dari
mobil-mobil dinas pemerintah.
"Pembatasan itu kan banyak caranya, yang mudah adalah dilakukan
pembatasan dari mobil pemerintah, karena itu bisa pakai perintah.
Sementara mobil masyarakat juga mesti diatur, 77 persen BBM jatuh ke
tangan yang tidak pantas. Nah, ini harus dibatasi, tapi buat aturannya
mudah, pelaksanaannya yang sulit," kata Jero.
Dia mencontohkan, apabila pembatasan BBM tersebut menggunakan cc, orang
tidak akan mau membeli bensin jika harus melihat dari cc-nya.
"Makanya nanti akan ada sosialisasi, tapi aturannya dulu yang
dikeluarkan akhir bulan ini. Bentuknya ada peraturan pemerintah
(permen), inpres ada, perpres juga ada. Nanti kita lihat apa yang paling
cocok," tuturnya.
Adapun, jika wacana tersebut berjalan lancar, dirinya memperkirakan
kuota BBM subsidi tidak akan jebol hingga 40 juta kl. "Target saya
paling tidak kuotanya sampai ke 40 juta kl. Karena kalau tidak dibatasi,
tidak diatur, diperkirakan bisa sampai ke 47 juta kl. Ini karena semua
orang beli motor dan mobil," paparnya.
Namun, pernyataan tersebut ditepis oleh Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Hatta Rajasa. Hatta menjelaskan, BBM tidak akan habis.
Hanya saja, jika konsumsi BBM bersubsidi tidak dikendalikan, maka kuota
BBM sebesar 40 juta kiloliter (kl) akan mengalami kelebihan.
"Tidak ada istilah habis, energi adalah vital. Kita lihat waktu 2010
juga overkuota, tapi tetap jalan kan. Kita tentu tidak ingin terjadi
overkuota, karena kalau tidak dikendalikan kuotanya akan lebih sampai
43-44 juta kl," ungkapnya kala ditemui dikantornya, Jakarta, Rabu
(18/4).
Karenanya, untuk mencegah hal tersebut, Hatta mengajak kepada masyarakat
untuk berani melakukan penghematan penggunaan BBM subsidi. "Pokoknya
tidak ada istilah habis. Kita harus disiplin dan berani menghemat karena
energi itu mahal," paparnya.
Menurut Hatta, pernyataan Wakil Menteri ESDM tersebut adalah jika tidak
dilakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi, maka kuota BBM subsidi
akan jebol lebih dari 40 juta kl.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah mengaku pasokan BBM subsidi akan
habis pada Oktober mendatang. Oleh karena itu, pembatasan BBM subsidi
Mei mendatang harus dilakukan. "Yang saya tahu sih memang Oktober (BBM
subsidi habis)," ujar Widjajono.
Widjajono menyebut, kemungkinan BBM subsidi akan habis pada Oktober
mendatang memaksa pengaturan penyalurannya harus diatur mulai dari
sekarang. "Ya diatur, jadi mobil mewah enggak disubsidi. Transportasi
umum sama motor (harga BBM) Rp4.500 per liter," lanjut dia.