Tampilkan postingan dengan label pesona bitung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesona bitung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

Selat Lembeh dgn 89 titik selam ESOTIK

Sebagai sebuah negara tropis, Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam dan laut yang tidak terbayangkan dan tersebar diseluruh kepulauan yang jumlahnya ribuan. Selat Lembeh yang memisahkan pulau lembeh dengan daratan utama pulau Sulawesi di ujung timur propinsi sulawesi utara adalah salah satu lokasi wisata yang menawarkan keindahan bawah laut yang unik terutama bagi para penyelam karena memiliki 89 titik selam dengan karakteristik yang berbesa dan tipe penyelaman yang bervariasi mulai dari Muck, Coral Sand, Rubble, Wall, Pinnacle, Wreck dan snorkeling.
Hebatnya, posisi selat lembeh yang dilindungi oleh pulau lembeh dari hempasan gelombang besar dari laut Maluku membuat penyelaman dapat dilakukan kapan saja 24 jam sehari selama 12 bulan tanpa takut hempasan ombak dan gelombang. Bahkan ketika Taman Laut Bunaken di Kota Manado yang terkenal tidak luput dari hempasan badai dan gelombang pada musim-musim tertentu, sementara Selat Lembeh pada saat itu kondisinya tenang-tenang saja. Ada kalimat lucu yang sering diungkapkan ketika wisatawan bertanya kapan ombak besar biasanya ada di selat lembeh ? jawabannya; Ombak besar yang pernah terlihat dan sering terlihat di selat lembeh adalah ketika kapal besar melintasi selat. So, Ayo datang dan kunjungi selat lembeh karena bagi wisatawan yang tidak pernah mengenal dunia menyelam namun ingin belajar, di Bitung terdapat sejumlah dive center yang menawarkan fun diving dan snorkeling dengan pengawalan ketat para divemaster berpengalaman dan berlisensi internasional.
Kalau anda melihat di peta hanya tercantum 56 titik selam bukannya 89 seperti disebutkan diatas, itu adalah cara kami untuk menyatakan bahwa hanya 56 yang kami publikasikan secara resmi dan sisanya sengaja kami rahasiakan dan hanya ditawarkan kepada mereka yang benar-benar ingin melihat lebih banyak tentang keunikan biota yang hidup di selat lembeh, bahkan para penyelam lokal dan masyarakat di pinggiran pantaipun tidak menyadari bahwa di pantai depan rumahnya berdiam sejumlah hewan unik yang tidak dapat ditemukan dibelahan dunia manapun. Bisakah anda membayangkannya ? Jadi, tunggu apa lagi, datang dan buktikan sendiri.
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Kungkungan Bay Resort lebih khusus untuk Barb Makohin (www.liquidlifephotography.com) atas peta penyelaman ini. Kami sangat menghargainya

Tapak terakhir tentara jepang di kota Bitung

Dalam Perang Pasifik ( Perang Dunia Ke II) Pelabuhan Bitung menjadi basis kekuatan tentara Jepang. Banyak tentara Jepang yang gugur dan dikuburkan di Bitung pada tahun 1942. Untuk mengenang peristiwa tersebut, Pemerintah Jepang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia membangun monumen di Kelurahan Manembo-nembo Bawah Kecamatan Matuari, sekitar 7 km dari pusat kota pada tahun 1984. Lokasi ini dapat ditempuh dengan transportasi darat.
Dengan menaiki 113 anak tangga pada puncaknya akan terdapat sebuah Batu Besar yang bertuliskan sebuah puisi huruf Jepang yang menggambarkan perjuangan tentara Jepang dimasa lalu. Panorama yang indah Kota Bitung dan Pulau Lembeh juga akan terlihat dari sudut pandang yang berbeda dari titik ini.